Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Go for Pleasures with Cruise Vacation Center

Whether you and family have envisioned the travel around the world use the Cruise Vacation?
Cruise Vacation Center (www.cruisevacationcenter.com) comes to offer you many good choices of cruise vacation. They have been in this business since 1993 and have sent over 250,000 passengers sailing on major cruise lines to the most exciting destinations.

As old company handle the Cruiser Vacation, Cruise Vacation Center handled by people who its professional area, they promising you an easiest and guarantee you an extraordinary cruise traveling with a lowest prices.

If you interested there so much choice to you, there are Carnival Cruises that has been famed introduction to the world, Alaska Cruises that offers a very affordable, active and entertaining vacation, European Cruises where you can indulge in the luxury of first-rate.

Just open a new windows and visit cruisevacationcenter.com to get more detail about their offers or you can just directly check out to their Special Cruise Vacation Packages.
You can book a cruise package online or you can call the Cruise Vacation Center office at (800) 803-7245 to get the best bargains and to find interesting just subscribe to receive their Cruise News Ezine.

Waduk Darma

Terletak di Kecamatan Darma, 12 Km dari kota Kuningan ke arah Barat Daya, atau 37 Km dari Kota Cirebon. Danau buatan atau bendungan ini dulunya terdiri dari enam desa yang tergenang air, yaitu : Desa Darma, Kawah Manuk, Cipasung, Parung, Sakerta barat, dan Sakerta Timur.



Pemandangan daerah ini cukup indah dengan hawanya yang sejuk sangat cocok dijadikan tempat rekreasi keluarga pada hari-hari libur atau saat-saat senggang lainnya.

Banyak atraksi wisata yang bisa dinikmati masyarakat ketika berkunjung ke daerah ini, diantaranya : atraksi seni tradisional Saptonan, Lomba panahan Tradisional, Lomba Rakit dan Perahu Tradisional, Goong Renteng, Gembyungan dan Rudat. Atraksi-atraksi ini tidak dapat disaksikan setiap akhir pekan atau hari libur pada umumnya, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan agenda kalender dari kegiatan wisata tahunan Kab Kuningan.

Ref: http://www.westjava-indonesia.com

Talaga Remis

Talaga (Telaga) Remis Terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, 37 Km dari kota Kuningan ke arah Kecamatan Cilimus, merupakan sebuah danau alam yang disekitarnya banyak terdapat sejenis kerang yang berwarna kuning kehijau-hijauan. Nama Telaga Remis diambil dari nama sejenis kerang yang banyak menghuni telaga tersebut.



Banyak atraksi wisata yang bisa dilakukan di area telaga remis ini, seperti: naik perahu motor, sepeda air, memancing dan tracking.

Telaga remis sangat tepat untuk acara santai dengan seluruh keluarga, gemercik air telaga, rerimbunan pohon alami dan kicauan asli burung-burung alam menambah hawa kesejukan di daerah ini.

Sumber: http://www.westjava-indonesia.com

Cigugur

Satu lagi tempat wisata dikuningan adalah Cigugur, Nama Cigugur sebenarnya berasal dari seorang Wiku atau Petapa Sakti yang bernama Ki Gedeng Padara dari Dusun Padara. Konon menurut cerita karena kesaktiannya anggota tubuh bagian dalam dari Ki Gedeng Padara bisa terlihat dari luar.



Menurut ceritera penduduk setempat, Ki Gedeng Padara ini mengunjungi Sunan Gunung Jati untuk mengutarakan maksudnya bahwa ketika meninggal nanti, beliau ingin mati secara menghilang (karena tingkat keilmuannya yang tinggi).

Sunan Gunung Jati menyanggupi permintaan beliau, kemudian pada saat yang telah ditentukan, di suatu tempat (yang sekarang disebut sebagai Kolam Cigugur) Ki Gedeng Padara menghilang dengan sebelumnya mengucapkan dua kalimah Syahadat kepada Sunan Gunung Jati.

Cibulan

Tempat Wisata yang satu ini adalah salah satu tempat Favorite orang kuningan untuk berenang, tempat ini juga selalu ramai dipenuhi orang-orang kuningan apalagi saat lebaran. Terletak di Desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana, 7 Km dari kota Kuningan ke arah Utara, atau berjarak 28 Km dari Kota Cirebon menuju Selatan.



Nama Cibulan berasal dari kata ?Cai Katimbulan? yang berarti air yang timbul . Cai Katimbulan merupakan tempat hilangnya Putri Buyut Manis yang akan dijodohkan dengan Putra Buyut Talaga yang kemudian menghilang di tempat ini karena ketidaksetujuan Kepada Putra Buyut Talaga.

Di daerah ini terdapat tujuh sumur (dikenal dengan sebutan Sumur Tujuh) yang merupakan tempat patilasan Prabu Siliwangi yang digunakan untuk bersuci ketika bersemedi dan juga merupakan salah satu tempat bersejarah dalam penyebaran Islam di Kuningan melalui kegiatan para Wali Sanga.

Di Kolam Cibulan juga terdapat mitos tentang adanya kepiting emas (kepiting yang berkulit warna emas), yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, tetapi bagi orang tertentu yang melihatnya, maka cita-citanya akan terkabul.

Prambanan

Dari Wikipedia
Imej daripada Candi Prambanan
Imej daripada Candi Prambanan

Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan ialah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rosak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, kerana batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan dibaik pulih apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh kerana itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama ialah 47 meter. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta. Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, iaitu arca Durga, sakti atau isteri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya. Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu. Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeza dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi oral. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih daripada 250 candi yang ukurannya berbeza-beza dan disebut pewara.

Borobudur

Dari Wikipedia
Puncak Borobudur.
Puncak Borobudur.
Pelan tapak Borobudur
Pelan tapak Borobudur
Borobudur dari jauh
Borobudur dari jauh
Penganut Buddha melakukn meditasi
Penganut Buddha melakukn meditasi
Pelbagai stupa di Borobudur
Pelbagai stupa di Borobudur
Gambar pertama dirakan olehIsidore van Kinsbergen (1873) selepas kerja pembersihan
Gambar pertama dirakan olehIsidore van Kinsbergen (1873) selepas kerja pembersihan
Pelawat di  Borobudur.
Pelawat di Borobudur.
Makaras berfungsi mengeluarkan air larian
Makaras berfungsi mengeluarkan air larian
Keratan rentas 4:6:9 - kaki, badan dan kepala
Keratan rentas 4:6:9 - kaki, badan dan kepala
Arca pada dinding Borobudur
Arca pada dinding Borobudur

Borobudur ialah kuil atau candi agama Buddha yang terletak di desa Boro , Kabupaten Magelang, Yogyakarya, Jawa Tengah, Indonesia. Borobudur terletak kira-kira 100 km di barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Luasnya 2500 km persegi.

Borobudur adalah stupa Buddha mazhab Mahayana, dan monumen Buddha terbesar di dunia. Ia dibina antara tahun 750 dan 850 masehi oleh pemerintah Jawa Dinasti Sailendra dan Sanjaya.

1950 Sejarawan J.G. de Casparis kajian Ph.D beliau menyatakan Borobudur adalah tempat pemujaan. Dengan analogi prasasti Karangtengah dan Kahulunan , Borobudur dibina oleh raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824. Candi raksasa hanya siap 50 tahun kemudian ketika puterinya Ratu Pramodhawardhani memerintah . Kuil Borobudur dibina atas tanah bukit hanya setinggi 265 meter dari dasar laut dan 15 meter tinggi.

Jika Mesir berbangga dengan piramid dan Sphinx, China dengan Tembok Besar , Kemboja dengan Angkor Wat maka warga Indonesia berbangga dengan Borobudur.


Fungsi

Borobudur dibina sebagai tempat pemujaan penganut agama Buddha kerana ketika itu seluruh pulau mistik Jawa didiami penganut Buddha. Setiap tahun, sambutan Hari Wesak telah disambut di sini pada bulan Mei . Pembinaan semula kuil Borobudur menyebabkannya semakin terkenal di kalangan penganut Buddha dari seluruh dunia. Hari Wesak adalah untuk memperingati hari kelahiran, nafas penghabisan dan masa apabila Boddhisatva menjadi Buddha.

Tetapi Borobudur tidak ada tempat pemujaan sebagaimana kuil Buddha di India atau di China.

Pengaruh Buddha dan Hindu merosot dengan ketibaan agama baru iaitu agama Islam. Sehingga kini hanya terdapat 2 juta penganut Hindu Buddha di Indonesia dengan tumpuan di pulau Bali. Selepas Islam, pengaruh Kristian turut berkembang luas di Indonesia selama 350 tahun dengan jumlah penganut seramai 5 juta orang.

Kemerosotan Borobudur semakin teruk apabila ia ditimbus oleh abu lava gunung berapi . Terdapat dua bua gunung berapa yang masih aktif iaitu Gunung Sundoro-Sumbing dan Gunung Merbabu-Merapi di Sungai Progo . Kawasan ini terpilih sebagai tempat pembinaan kuil kerana penduduknya ramai dan pertanian padi sawah dapat dijalankan kerana tanih lava gunung berapi sangat subur,

Selain kuil Borobudur adalah 2 lagi kuil di kawasan berdekatan iaitu kuil Pawon dan kuil Mendut. Menurut lisan tempatan, ada jalan selari dari kuil Borobudur ke kuil Mendut. Setiap Mei atau Jun , penganut Buddha mengerjakan perjalanan dari kuil Mendut, ke kuil Pawon dan tamat di kuil Borobudur.

Etimologi

  • Asal usul istilah Borobudur ini tidak jelas kerana penduduk setempat tidak lagi menjadi penganut agama Buddha. Penduduk pulau mistik Jawa telah lama melupakan agama Buddha. Kita akan merasa aneh akan kewujudan kuil Buddha ini kerana 99 % penduduk Indonesia berugama Islam.
  • Bore ialah 'nama sebuah kampung' di situ. Budur ialah 'candi'. Jadi Borobudur bermaksud Candi Bore. Biasanya setiap candi dinamakan sempena nama sesebuah kampung berdekatan. Sepatutnya Raffle menulis 'BudurBoro', bukan 'Borobudur'.
  • Borobudur juga dikatkan dengan Sambharabhudhara yang bermaksud "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.
  • Borobudur dikatakan perubahan sebutan "para Buddha" menjadi borobudur atau 'budha'.
  • Dalam bahasa sanskrit dan Bali, Boro bermaksud 'kompleks candi' atau biara. Beduhur bermaksud "tinggi" atau di atas tanah tinggi.

Struktur Borobudur

Borobudur berbentuk gunung 6 segi bujur dan mempunyai 3 tingkat . Pada puncak Borobudur ada stupa induk berbentuk loceng berlubang- lubang. Bahagian paling utama terletak di bahagian puncak yang dikelilingi oleh 72 patung Buddha . Setiap patung Buddha terletak dalam stupa loceng yang berlubang-lubang.

Borobudur ini dihiasai dengan 2672 arca dan 504 patung Buddha. Manumen ini menjadi tempat utama Lord Buddha dan tempat perjalanan pemujaan terpenting penganut Buddha di Indonesia dan dunia. Semasa mendaki , mengelilingi Borobudur menuju Buddha, terdapat 1460 keping arca pada dinding dan hiasan balustrades.

Kosmologi Buddha

Borobudur direka sebagai mandala gergasi, lambang laluan bodhisattva dari samsara kepada nirvana, melalui cerita Sudhana yang digambarkan dalam Gandavyuha Sutra, sebahagian dari Avatamsaka Sutra.

Stupa mengandungi lima tingkat :

Empat yang pertama mengandungi patung Buddha sambhoga-kaya keempat penjuru (seperti Amitabha dan Aksobhya), dari pantheon Mahayana. Tingkat ke lima khas bagi menggambarkan Buddha Vairocana, yang biasanya dikaitkan dengan pusat.
Tingkat kelima dilitupi dengan tiga pelantar bulat, dimana 72 stupa diatur mengelilingi satu stupa besar ditengah.

Sepanjang stupa, dinding-dindingnya dihiasi dengan ukiran arca menggambarkan kehidupan Buddha Shakyamuni dan Mahayana Sutras.

Arca dinding

Terdapat lebih 2672 arca dinding pelbagai aktiviti manusia dan haiwan dan 504 stupa loceng.

Di setiap tingkat, arca-arca dipahat pada ketulan -ketulan baru tumpat dan disusun sehingga menjadi sebuah cerita dan pengajaran bagi mereka yang rajin mengkaji dan mentelaah

Semua arca ini di susun dari kiri ke kanan dan hendaklah dilihat dari kiri ke kanan, mengikut jarum jam atau mapradaksina dalam bahasa bahasa Jawa kuno . Cerita-cerita ini berdasarkan kitab Ramayana dan Jataka. Arca ini bermula dari kiri pintu gerbang dan berakhir di kanan pintu gerbang . Candi ini menghadap ke timur, walaupun pandangan sisi kelihatan sama sahaja.

Secara keseluruhan arca yang terdapat di dinding Borobudur menggambarkan hukum karma . Semua arca bukanlah cerita bersiri kerana setiap pigura boleh berdiri sendiri sebagai satu cerita sebab akibat. Ada gambaran hukuman yang akan direrima jika membuat dosa dan mendapat balasan baik jika membuat kebajikan. ( Hukum karma = buat baik dibalas baik, buat jahat di balas jahat). Rangkaian cerita Buddha ini berakhir dengan tingkat tertinggi iaitu menuju kesempurnaan.

Sejarah arkeologi

Peringkat pertama : Borobudur dibina sekitar tahun 750 dan 850 masehi, berbentuk piramid bertingkat-tingkat, disediakan lorong berjalan kaki . Borobudur tidak dapat disiapkan oleh raja Sailendra yang pertama. Sebalik nya disiapkan 50 tahun kemudian, pada masa pemerintahan puterinya memerintah selepas itu.
Peringkat kedua: Saiz Borobudur dilebarkan dan ditambah 2 tingkat dan satu stupa induk.
Peringkar ketiga : Stupa induk diruntuhkan dan diganti dengan tiga lapis dan setiap lapis dibina deretan stupa loceng dan satu stupa induk.
Peringkat keempat: perubahan pada arca di tangga dan pintu gerbang,

Sejarawan mengaitkan terbengkalainya pembinaan Borobudur kerana kemerosotan pengaruh Hindu Buddha berikutan kedatangan agama Islam ke Jawan Tengah pada kurun ke-14.


Gambaran dinding Borobudur.
Gambaran dinding Borobudur.

Senibina

Borobudur apabila dilihat dari atas kelihatan seperti gergasi Buddha mandala dan sesuai dengan kosmologi Buddha dan ciri-ciri otak manusia. Berbentuk empat segi dan ketinggian 118 meter. Ada 72 stupa berbentuk loceng berlubang-lubang dan di dalam stupa itu ada patung Buddha sedang berehat.

Kira-kira 55,000 meter padu batu konkrit digunakan untuk membna bangunan Borobudur ini. Batu-bata ini diangkut melalui sungai dan mengambil masa 75 tahun untuk disiapkan.

Sistem saliran dan perparitan di sekitar Borobudur amat baik, Ada 100 muncung berlubang untuk air larian . Setiap muncung ini diukir kepala gargoyles ( makaras).

Borobudur dibina atas sebuah bukit semulajadi dan tidak sama dengan kuil-kuil Buddha di India dan China. Tetapi teknik bangunan sama dengan kuil-kuil lain di Indonesia.

Satu stupa dikatakan mewakili satu makam untuk Lord Buddha. Setiap kuil merupakan rumah dewa. Tetapi ada yang mempertikaikan ia sebuah kuil kerana ada ritual berbentuk 'perjalanan haji'. Mereka akan berjalan mengikut anak tangga.

Kajian Arkeologi

Selama beberapa abad, Borobudur tertimbus oleh lava debu gunung berapi sekitar 1006 masehi . Sejak itu Borobudur berhenti menjadi tempat pemujaan dan perjalanan penganut Buddha. Penduduk Magelang dikatakan berhijrah ke Jawa Timur berdekatan dengan Brantas pada 928 masehi. Selepas itu penduduk tempatan mengaitkan stupa besar dengan pelbagai cerita tahyul dan mistik - terutama selepas terjadi kemalangan , pendertaan dan punca kematian.

Contohnya tahun 1709, kematian pemberontak terhadap Raja Mataram telah mati dan dikaitkan dengan stupa besar.

Persoalan timbul, adakah Borobudur dibubarkan setelah mereka menganut agama Islam pada abad ke-15.

Tidak ada catatan jelas tentang siapa yang membina Borobudur ini. Sejarawan hanya mengandaikan Borobudur dibina oleh salah seorang raja Dinasti Sailendra antara 760 - 830 masehi. Sailendra adalah serpihan daripada kerajaan Sriwijaya yang berugama Hindu Buddha. Pembinaan mengambil masa 75 tahun dan siap semasa Maharaja Samaratunga, Empayar Sriwijaya.

Ada kekeliruan sama ada raja Salendra yang berugama Buddha yang membina Borobudur. Tetapi artifak yang ditemui di Sojomerto menunjukkan mereka berugama Hindu, Ini tidak menghairankan kerana terdapat banyak kuil Buddha dan Hindu di Lembah Kedu itu. Kuil Borobudur dibina sezaman dengan pembinaan kuil Hindu Shiva Prambanan.

732 masehi Raja Sanjaya selaku pengasas Dinasti Sailendra mengarah atau menaungi pembinaan kuil Hindu Shiva lingga di atas sebuah kuil , hanya 10 km di timur Borobudur. Sejarawan mendapati tidak ada konflik antara agama Hindu dan Buddha. Kemungkinan raja Hindu menaungi pembinaan kuil Buddha dan sebaliknya.

  • 1811-1816 Belanda telah berperang dengan Perancis. Demi keselamatan, Jawa sebagai tanah jajajah telah diserahkan kepada British buat sementara waktu sehingga peperangan selesai.
  • 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gabenor Jeneral British di Jawa telah mendapat berita tentang penemuan sebuah monumen di desa Boro, Kabupaten Magelang, Semarang, Jawa Tengah. Beliau berminat dalam sejarah Jawa. Pelbagai artifak, barang antik , buku dan surat-surat lama telah dikumpulkan dan dibawa ke Singapura. Dia telah mengarahkan H.C. Cornelius seorang jurutera Belanda untuk menyiasat lokasi tersebut yang penuh semak samun dan sebahagian telah diliputi abu lava gunung berapi.
  • 1931 pelukis Belanda berugama Hindu Buddha bernama W.O.J. Nieuwenkamp menyatakan teori bahawa Lembah Kedu asalnya sebuah tasik dan Borobudur bagai bunga teratai yang terapung-apung menghiasi tengah tasik tersebut. Bunga teratai selalu terdapat di mana-mana kuil Buddha, contohnya di Angkor Wat, Siem Reap , Kemboja. Roda dharma Buddha pecah lapan juga berasaskan bunga teratai ini.
  • 1835 tapak tersebut dibersihkan.
  • 1873 - monograf pertama tentang candi Borobudur diterbitkan dalam bahasa Belanda. Monograf ini berdasarkan laporan oleh Corrnellius , Hartmans dan FC Wilsen 1853 dan JFG Brumund . Gambar foto pertama dirakam pada 1873 oleh Isidore van Kinsbergen.
  • 1882 Belanda telah menugaskan arkeologis Groenveldt untuk menilai keadaan sebenar monumen itu.
  • 1900 - Ketua Hindia Belanda berasa bertanggungjawab memulihara candi Borobudur dan menubuhkan pasukan kahas.
  • 1956 - Kerajaan Indonesia merayu bantuan UNESCO. Profesor Dr. C. Coremans dari Belgium ditugaskan menyiasat punca kerosakan dan mencari jalan pemuliharaan.
  • 1963 - Kerajaan Indonesia pimpinan Presiden Sukarnoi setuju Borobudur dipugar dan dibina semula. Namun peristiwa Gestapo 30 September menyebabkan kerja-kerja tergendala.
  • 1968 - Dalam Persidangan UNESCO ke-15 di Paris, Perancis, peruntukan kewangan dan tenaga profesional akan diberi kepada Indonesia bagi menyelamatkan manumen purba itu. Borobudur diwartakan sebagai Keajaipan Dunia.
  • 1971 - Kerajaan Indonesia melantik pasukan diketuai Profesor Ir.Roosseno untuk memulihara Borobudur.
  • 1972 - Jawatankuasa Perunding Antarabangsa UNESCO yang diketuai oleh Roosseno memulakan kajian dan kerja menyelamatkan Borobudur.Kos operasi sebanyak USD 7.750 juta . USD 5 juta disediakan oleh UNESCO dan selebihnya oleh Indonesia sendiri,
  • 21 Januari 1985 Sembilan stupa loceng di Borobudur telah dibom oleh 9 butir bom. Pada 1991 seorang mubaligh Islam, Husein Ali Al Habsyie telah dijatuhi hukuman mati kerana menjadi dalang pengeboman itu.
  • 27 Mei 2006 satu gempa bumi berukuran 6.2 skala richter telah memusnahkan Yogyakarta. Bagaimanapun Borobudur terselamat.